Mengenal Domba Merino dan Cara Beternak untuk Pemula

Posted on

Domba merino menjadi komoditas ternak yang mempunyai nilai ganda. Apabila dibudidayakan dengan baik, maka bisa memberikan banyak keuntungan. Selain mampu berperan dalam memenuhi kebutuhan bahan wol. Daging domba jenis ini memiliki kualitas terbaik sehingga harganya tinggi.

Merino berasal dari negara Spanyol kemudian menyebar ke Australia, Jerman, Inggris, hingga negara lainnya. Dibandingkan jenis domba lokal, merino memiliki harga pasaran yang sangat tinggi. Peternak bisa menghasilkan wol sebanyak 6,4-8,2 kg per tahun dengan membudidayakan merino.

Karakteristik Domba Merino

Karakteristik Domba Merino

Ciri khas merino adalah memiliki bulu yang tebal. Kawanan domba tersebut dapat beradaptasi pada kondisi semi kering. Secara berkala, bulu pada tubuhnya harus dicukur untuk menghindari berbagai potensi penyakit.

Hasil bulunya dapat dimanfaatkan sehingga didefinisikan bahwa domba merino adalah hewan terkenal yang mampu menghasilkan wol dengan kualitas terbaik. Bulu tebal yang menutupi seluruh bagian tubuh merino harus dicukur secara berkala.

Hasil bulu tersebut bisa dimanfaatkan untuk membuat pakaian. Kain wol yang berasal dari bulu tersebut memiliki serat yang halus dan lembut. Tingkat ketahanannya juga sangat baik sehingga pakaian yang dihasilkan bisa lebih awet.

Domba ini hidup berkelompok dan termasuk dalam kategori hewan jinak. Jika dilihat dari penampilannya, banyak yang berpikir bahwa merino memiliki bobot yang berat.

Padahal masih dalam kategori berukuran sedang. Merino betina kecil umumnya memiliki bobot antara 25-35 kg, sedangkan dewasa hingga 115 kg. Merino jantan mempunyai berat sekitar 7-11 kg saat kecil dan ketika dewasa bobotnya bisa meningkat hingga 105 kg.

Tata Cara Beternak Domba Merino yang Tepat

Ciri-ciri domba merino membuat spesies ini terlihat menarik, diantaranya seluruh tubuhnya ditutupi oleh wol yang tebal dan merata. Domba jantan memiliki tanduk besar dengan bentuk melingkar sedangkan betina tidak memiliki tanduk. Domba ini memiliki ukuran yang besar namun sedikit lemak.

Ada banyak manfaat yang bisa didapatkan dengan membudidayakan merino diantaranya sebagai penghasil wol. Selain itu susu dan dagingnya juga bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan lainnya.

Untuk dapat memberikan hasil optimal, sistem beternak yang diterapkan tentu harus sesuai. Perhatikan beberapa tipsnya sebagai berikut.

1. Lokasi Pemeliharaan

Lokasi Pemeliharaan

Sebelum memutuskan untuk membuat kandang, memilih lokasi yang tepat merupakan hal penting.

Pastikan lokasi pemeliharaan yang dipilih sudah sesuai dengan karakteristik hewan ternak agar dapat memberikan kenyamanan dan bisa berkembang dengan baik. Beberapa karakteristiknya antara lain.

  • Lahannya luas.
  • Jauh dari lokasi kerumunan penduduk.
  • Lahan yang cukup untuk pakan ternak.
  • Lokasi bisa dijangkau dengan mobil untuk mempermudah proses pengangkutan nantinya.
  • Dekat sumber mata air agar persediaan mencukupi.

2. Ukuran Kandang

Ukuran Kandang

Cara ternak domba merino yang bisa dipilih ada dua jenis, antara lain penggembalaan atau di ternak secara intensif. Apabila ingin diambil bagian dagingnya, maka metode pemeliharaan intensif bisa jadi pilihan terbaik.

Metode tersebut memiliki target yang lebih spesifik yaitu menambah bobot hewan ternak. Agar hewan ternak dapat berkembang dengan baik, dibutuhkan kandang yang nyaman. Berikut kriteria kandang yang sesuai dengan merino.

  • Untuk tipe kandang yang dihuni oleh banyak domba sebaiknya berukuran 1×3 untuk 10 ekor. Sedangkan ukuran 4×6 untuk menampung 30 ekor.
  • Jika ingin menggunakan tipe kandang tunggal yang dihuni per ekor domba, maka ukurannya perlu disesuaikan dengan tubuh ternak sehingga tidak terlalu aktif bergerak. Hal tersebut dilakukan untuk menambah bobot ternak.
  • Siapkan peralatan makan yang terbuat dari bahan kayu. Gunakan ember untuk tempat minum.
  • Agar daya tahan kandang terjamin dan kuat, gunakan semen atau kayu sebagai bahan pembuat penyangga kandang.
  • Gunakan bahan baku kayu untuk bagian lantai kandang.
  • Model kandang sebaiknya berbentuk panggung untuk kandang penggemukan.
  • Bagian atas dibuat dari bahan rumbia sehingga dapat menghindari panas.
  • Buat sekat pada bagian kandang untuk domba yang baru melahirkan untuk dapat memisahkan anak dengan induknya agar lebih aman dan tidak terinjak.

3. Pemilihan Bibit

Pemilihan Bibit

Faktor yang paling penting dalam menentukan kesuksesan beternak merino adalah dari bibitnya. Jika bibit yang dikembangbiakkan berkualitas, maka hasilnya juga bisa lebih baik.

Agar bisa mendapatkan hasil ternak yang berkualitas, penting memilih bibit yang unggulan. Perhatikan beberapa kriteria berikut ini agar bisa memilih indukan terbaik.

Kriteria indukan jantan

  • Berusia sekitar 1,5 – 3 tahun.
  • Mempunyai tubuh yang besar, kekar, dengan panjang dan tinggi yang relatif.
  • Pilihlah yang lebih agresif serta memiliki kemampuan libido yang tinggi.
  • Tidak memiliki cacat.
  • Tidak mempunyai riwayat kelainan genetik dari induknya.

Kriteria indukan betina

  • Mempunyai kelenjar susu yang simetris dan berjumlah sepasang.
  • Tubuhnya besar dengan dada yang lebih lebar dan dalam.
  • Bulunya terlihat mengkilap.
  • Memiliki bobot yang ideal dan tidak gemuk.
  • Berusia antara 12-15 bulan.
  • Tidak terlalu agresif dengan pejantan dan mempunya sifat indukan.
  • Tidak cacat.
  • Tidak ada riwayat kelainan genetik.

4. Perawatan Rutin

Perawatan Rutin

Agar domba merino tetap sehat dan tumbuh dengan baik dibutuhkan usaha ekstra. Berbagai perawatan harus dilakukan dengan tepat dan rutin agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Dengan begitu pola perkembangan bisa lebih terjaga dan terhindar dari berbagai penyakit.

Hal tersebut akan berdampak pada tingginya kualitas hasil ternak yang bisa diperoleh. Berikut beberapa perawatan yang harus dilakukan secara rutin.

  • Mandikan merino minimal 1x dalam seminggu agar ternak tetap sehat dan terhindar dari berbagai jenis penyakit, terutama cacingan.
  • Potong kuku merino dengan menggunakan pisau tajam setiap 4 bulan sekali.
  • Cukur bulu domba setiap 6 bulan sekali dan sisakan sekitar 0.5 – 1 cm. Jangan dipangkas habis.
  • Pemberian pakan untuk ternak dilakukan 2-3 kali sehari. Di pagi hari sebaiknya diberikan pakan konsentrat, sedangkan sore atau malam hari berupa tumbuhan hijau yang segar.

5. Pilihan Jenis Pakan

Pilihan Jenis Pakan

Terdapat beberapa jenis pakan yang bisa dipilih untuk diberikan kepada merino. Setiap pakan memiliki kandungan yang berbeda sehingga akan lebih baik jika diberikan dengan sistem kombinasi.

Berikan merino jenis makanan yang berbeda saat siang dan sore hari agar kandungan nutrisi yang diterima dapat lebih seimbang dan mampu memberikan manfaat besar bagi pertumbuhannya.

Hal tersebut memungkinkan nutrisi yang dibutuhkan merino dapat terpenuhi setiap harinya. Dengan begitu merino bisa lebih produktif. Inilah beberapa jenis makanannya.

  • Biji-bijian, diantaranya seperti kedelai, kacang tanah, pete, dan kacang panjang.
  • Konsentrat, diantaranya adalah bekatul, limbah olahan pertanian, dedak padi, dan ampas tahu.
  • Tumbuhan seperti rumput benggala, waru, rumput raja, daun pisang, daun jagung muda, lamtoro, dan lain sebagainya.
  • Berikan juga pakan tambahan yang mengandung garam untuk dapat merangsang nafsu makan ternak. Pemberian pakan yang kandungan vitamin dan mineralnya tinggi juga diperlukan untuk perkembangannya.

Dengan memahami karakteristik domba merino, metode perawatan yang dipilih bisa lebih sesuai sehingga mampu membuatnya berkembang dengan baik. Hal ini tentunya dapat mempengaruhi hasil ternak yang diperoleh.