Ular Weling Masuk Rumah? Ini Efek Gigitan yang Mematikan!

Posted on

Pernah mengalami pengalaman ular weling masuk rumah? Tentu bukan suatu pengalaman yang mengesankan. Ular dengan nama latin Bungarus candidus ini adalah spesies ular berbisa yang sebaiknya tidak ditangani secara sembarangan.

Banyak wilayah yang menjadi habitat ular ini, seperti Singapura, Vietnam, Malaysia, Thailand dan Indonesia. Di Indonesia sendiri, ular ini banyak hidup di Pulau Sulawesi, Jawa dan Sumatra. Meski sekilas seperti ular belang, weling adalah spesies yang berbeda dan jauh lebih berbahaya.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, ada baiknya membekali diri dengan pemahaman sederhana akan ular ini dan apa yang harus dilakukan jika suatu saat berhadapan dengan ular ini. Selengkapnya dijelaskan di bawah ini!

Karakteristik dan Bentuk Ular Weling

Karakteristik dan Bentuk Ular Weling

Jangan samakan ular ini dengan ular belang. Keduanya mempunyai karakteristik yang berbeda, namun memang sama-sama suka tinggal di tempat yang berair seperti selokan, gorong-gorong, rawa dan sungai. Beberapa karakteristik dan ciri dari weling adalah:

  • Panjang ular bisa mencapai 100-185 cm.
  • Tubuh belang-belang berwarna hitam dan putih dari kepala sampai perut.
  • Kepala berbentuk lonjong dan hampir terlihat menyatu dengan tubuh.
  • Termasuk spesies ular paling mematikan di dunia.
  • Bentuk ekor weling runcing, tidak seperti ular belang yang tumpul.
  • Ukuran weling lebih kecil dibandingkan ulang welang yang merupakan kerabat dekatnya.

Sebagai ular yang cukup mematikan, efek racun weling sangat berbahaya. Apabila korban tidak segera diobati, racun tersebut bisa menyebabkan rasa gatal, pembengkakan hingga mati rasa.

Membiarkan racun menjalar ke organ lain juga berdampak menimbulkan sesak napas, perasaan lemas bahkan kematian.

Habitat

Habitat

Langkah pertama untuk menghindari serangan ular ini yaitu dengan menjauhi habitatnya. Ular ini sangat suka dengan tempat yang berair, gelap dan lembab. Tetapi weling juga bisa hidup di dataran tinggi hingga 1.200 meter di atas permukaan laut. Inilah habitat yang paling sering ditemukan weling:

  • Pohon bakau yang berada di kawasan pantai.
  • Di bawah cabang-cabang pohon besar atau tumpukan dedaunan yang ada di hutan.
  • Semak belukar yang berada di tempat yang jarang didatangi manusia.
  • Perkebunan kelapa hijau dan kelapa sawit.
  • Area persawahan dengan liang-liang yang memungkinkan ular untuk bersembunyi.
  • Rumah warga yang berada di pedesaan dekat hutan.

Namun kasus weling tinggal di rumah warga pun sangat jarang terjadi. Biasanya hal ini karena terdapat hewan pengerat di rumah tersebut yang membuat weling tertarik. Selagi ada sumber makanan dan perlindungan, weling akan menempati tempat tersebut.

Mereka juga termasuk hewan nokturnal atau hewan yang hanya hidup di malam hari. Ketika merasa terancam, weling akan menyembunyikan kepala di bawah gulungan badannya. Jadi perlu hati-hati saat ingin mengeluarkan ular ini, lebih baik serahkan kepada ahlinya.

Fakta Ular Weling

Fakta Ular Weling

Meski hewan yang berbisa, weling memang ular yang menarik untuk dibahas. Ada seputar fakta-fakta terkait ular ini. Biar semakin afdal, simak juga beberapa informasi tambahan seputar ular ini, di antaranya:

  • Pada beberapa kasus, gigitan ular tidak menyebabkan rasa sakit, namun tetap mematikan.
  • Racun ular yang tidak segera diobati dapat menyebabkan kerusakan otak.
  • Racun weling bisa menyebabkan kematian dalam waktu 5-20 jam setelah digigit.
  • Racun weling dianggap lebih berbahaya daripada kobra.
  • Weling dianggap sebagai makhluk jadi-jadian.
  • Weling jarang dibunuh karena mitos pasangan ular akan membalas dendam.
  • Weling kemungkinan masuk ke dalam rumah manusia yang berada di desa dekat dengan habitat asli weling, seperti gunung, sawah dan kebun.
  • Weling terkadang dikenal sebagai pengingat janji atau pertanda akan kehilangan anggota keluarga.
  • Weling adalah ular yang berkembangbiak dengan bertelur.
  • Satu kali bertelur bias menghasilkan 4-10 butir. Biasanya telar mulai menetas di saat musim kemarau.
  • Anak ular weling yang sudah menetas rata-rata mempunyai panjang tubuh sekitar 27-29 cm.

Perbedaan Ular Welang/Belang dengan Weling

Perbedaan Ular Welang_Belang dengan Weling

Kedua jenis ular ini memang saudara dekat, akan tetapi ada beberapa perbedaan yang perlu diketahui supaya Anda bisa mengidentifikasinya ketika melihat langsung. Beberapa perbedaan antara kedua jenis ular ini yaitu:

  • Ular belang cenderung hanya mengamati dan diam apabila merasa terancam, sedangkan weling akan menyembunyikan kepalanya.
  • Weling jauh lebih lincah ketimbang ular belang.
  • Racun weling lebih berbahaya, walau ular belang juga mengandung racun neurotoxin¬†yang melumpuhkan syaraf, sistem pernapasan dan jaringan otak.
  • Tubuh weling cenderung bulat, sedangkan ular belang berbentuk segitiga.
  • Ukuran weling lebih kecil daripada ular belang.
  • Ekor ular belang seperti terpotong, sedangkan weling runcing dan panjang.
  • Ular belang sering diburu manusia, tidak seperti weling.
  • Ular belang berada pada rantai makanan paling atas, membuatnya lebih destruktif terhadap ekosistem lokal.

Apakah Ular Weling Berbisa?

Apakah Ular Weling Berbisa_

Sudah bukan rahasia lagi bahwa weling adalah ular yang cukup ditakutkan apabila ditemukan di dalam rumah. Ular ini sangat berbahaya dan berpotensi menyebabkan kematian dari racun yang berada pada gigitannya.

Ketiak digigit weling, hal pertama yang dirasakan bisanya muntah-muntah, rasa mual dan tubuh lemas. Apabila racun terlalu lama di dalam tubuh bisa menyebabkan kerusakan saraf yang berujung kelumpuhan.

Racun neurotoxin ini juga menyebabkan terganggunya sistem pernapasan, sehingga menyebabkan sulit bernapas bahkan sesak.

Sesaat setelah digigit, penting sekali untuk mendapatkan penanganan medis karena risiko kematian yang sangat tinggi. Hanya dalam waktu 5-20 jam setelah gigitan, nyawa seseorang bisa melayang.

Cara Mengatasi Gigitan

Cara Mengatasi Gigitan

Jika ada teman, anggota keluarga, tetangga atau diri sendiri yang mengalami gigitan ini, ada beberapa hal yang harus segera dilakukan untuk mencegah risiko kematian. Sembari menunggu pertolongan medis, lakukan hal-hal yang ada di bawah ini:

  • Tidak perlu menggunakan turniket atau benda sejenis pada sekitar area bekas gigitan weling.
  • Balut bagian yang tergigit dari bawah, atas dan bagian terluar luka.
  • Hindari bergerak terlalu banyak apabila gigitan berada di kaki atau lengan untuk mencegah persebaran racun ke organ lainnya.
  • Lepaskan perhiasan jika ada di area yang digigit, karena kemungkinan akan terjadi pembengkakan yang membuat perhiasan sulit dilepaskan.
  • Posisikan area yang tergigit ular lebih rendah daripada jantung agar racun tidak menuju ke organ tersebut.
  • Gunakan kain bersih yang kering untuk menutup bekas gigitan ular.
  • Jangan mengikat bidal terlalu kencang pada bagian dalam, karena bisa menghambat aliran darah menjadi tidak lancar.
  • Jangan mencoba mengisap, membuang atau menghilangkan racun dari dalam luka.
  • Segera pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis, nantinya akan diberi pengobatan serum anti bisa weling.
  • Apabila memungkinkan, perhatikan jenis ular yang menggigit. Ini memudahkan untuk mengidentifikasi dan menemukan pengobatan yang sesuai berdasarkan tingkat bisa ular terkait.

Ketika mendapati weling di dalam rumah, hal yang sebaiknya dilakukan adalah tidak mengusik ular tersebut. Ular yang merasa terancam, kaget atau ketakutan bisa menyerang otomatis. Jika memungkinkan, tutup weling dengan embar atau kotak agar tidak pergi kemana-mana.

Lalu panggil pemadam kebakaran atau Snake Rescue. Cara menangkap ular weling sebaiknya tidak dilakukan oleh orang yang tidak berpengalaman. Risikonya terlalu besar, lebih baik serahkan kepada yang sudah ahli di bidangnya.